Arsip

Arsip untuk 16/05/2016

PKL Penerjemahan dan Penjurubahasaan bersama KOMUNIKA ASIA

Sabtu, 2 April 2016 Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura bekerjasama dengan Lembaga Penerjemahan Komunika Asia menyelenggarakan pelatihan Penerjemahan dan Penjurubahasaan di Hotel eL Malang. Pesertanya adalah mahasiwa Sastra Inggris angkatan 2013.

Sesampainya di tempat acara, mahasaiswa dan para Dosen Pendamping disambut dengan hangat dan langsung diberikan waktu untuk registrasi terlebih dahulu sebelum memasuki acara pembukaan. Dalam registrasi ini, mahasiswa mendapat beberapa privilege yaitu seperangkat berkas panduan tentang apa itu terjemahan dan juru bahasa beserta CD yang berisikan aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu penerjemah dalam menerjemahkan teks.

12376627_1145937485426096_3356731747170416849_n

12963586_1145937698759408_7741510534680329001_n

12670491_1145938082092703_6102663505189066569_n

12938269_1145938052092706_1354709263041089193_n12961682_1145939588759219_1225218428807512167_n

12919806_1145937932092718_8056085584827262858_n

12321711_1145937918759386_1976691317513760821_n

8355_1145937588759419_3213265224980432521_n

12472797_1145937635426081_18321835574614629_n

12592267_1145939668759211_6311284213540557960_n

Setelah registrasi selesai dilaksanakan, tibalah saatnya untuk pembukaan. Dalam pembukaan, mahasiswa diberikan waktu untuk bersiap-siap sejenak. Telah terlihat jajaran dari kepanitiaan Komunika Asia dan jajaran dosen dari program studi Sastra Inggris duduk sejajar. Ketua dari kepanitiaan UTM diberikan kesempatan oleh panitia acara untuk memberikan pidato singkat terkait kedatangannya dari Madura untuk mengikuti pelatihan yang diadakan di hotel di Malang, tepatnya El Hotel. Dengan bangganya, UTM diwakili Bapak Masduki untuk mengekspresikan rasa terima kasih atas kerjasama yang telah dilakukan dan sedikit bernostalgia dengan ketua dari Komunika Asia, yaitu Bapak Sugeng, dalam pidato singkat yang beliau sampaikan. Tutur demi tutur dalam pidato yang disampaikan oleh Bapak Masduki mengantarkan acara pada akhir dari pembukaan.

Setelah pembukaan berakhir, mahasiswa dan jajaran kepanitian dari Universitas Trunojoyo Madura maupun Komunika Asia diberikan waktu tiga puluh menit untuk coffee break sejenak sebelum kemudian masuk ke acara inti. Berbagai macam makanan dan minuman disediakan dan disambut baik oleh kepanitian dan mahasiswa dari Sastra Inggris Universitas Trunojoyo Madura.

Mahasiswapun diminta untuk masuk setelah tiga puluh menit berlangsung. Materi dalam pelatihan ini dibagi menjadi dua—penerjemahan dan juru bahasa dalam pengaplikasiannya di dunia global. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Sugeng Hariyanto dengan penyampaian yang apik serta power point yang cukup ringkas sehingga mahasiswa mudah memahami sedikit demi sedikit apa yang disampaikan oleh pembicara. Secara teknis metode yang digunakan Bapak Sugeng diterapkan dalam bentuk teori dan praktik. Mahasiwa dituntut untuk bisa mengoperasikan software yang diberikan oleh panitia Komunika Asia untuk kemudian dicoba satu persatu kedepan dengan cara selection dan volunteer yang dibimbing langsung oleh Bapak Sugeng.

Materi pertamapun usai dan kemudian dilanjutkan dengan ISHOMA selama satu jam, dimana mahasiwa dan panitia dapat menggunakan waktunya sejenak untuk sholat dan menikmati hidangan yang telah disediakan oleh pihak hotel dan panitia.

Satu jam telah berlalu, materi berikutnya adalah pengenalan juru bahasa yang dipandu oleh Mas Dewantoro Ratri dengan penjelasan yang ringkas yang apik dan dengan power point yang ringkas, yang diselingi dengan praktik dan tanya jawab interaktif dengan mahasiwa. Dengan metode pengisian soal-soal dengan level beginner, diharapkan mahasiwa dapat dengan mudah memahami hal yang mendasari seseorang dapat menjadi juru bahasa yang baik. Pada sesi praktik, mahasiwa diberikan kesempatan untuk mencoba interpreter experience dengan maju kedepan dan mencoba untuk menjadi juru bahasa. Dengan dua metode dalam kejuru bahasaan, mahasiswa dituntut untuk mahir dalam consecutive and simultaneous.

Setelah dua materi belangsung dengan lancar, diberikanlah satu termin sesi pertanyaan dengan batas dua pertanyaan dari setiap partisipan dari sisi kanan dan kiri para pembicara. Hingga tibalah saatnya untuk pembacaan doorprize bagi mahasiswa yang aktif dan mahasiswa dengan pertanyaan yang apik. Penghargaan ini diraih oleh Sudianto, Dewi Maharani sebagai mahasiwa yang aktif dalam tanya jawab interaktif dan praktisi; dan Habib Ikhwanuddin dinobatkan sebagai penanya terbaik. Pemenang doorprize diberi dua buah buku karya Mas (nama) dan Bapak (nama) sebagai tanda terimakasih atas partisipasinya dalam acara pelatihan ini.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama para pemenang doorprize serta dan jajaran kepanitiaan dari Komunika Asia. Dua pemenang tersebut, Sudianto dan Dewi Maharani, diminta waktunya untuk melakukan video recording sejenak terkait dengan pengalaman mereka setelah mengikuti pelatihan penerjemahan dan penjurubahasaan yang dilaksanakan oleh Komunika Asia. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan tanda tangan bagi mereka yang mendapatkan buku dari pembicara atas partisipasinya.

Kategori:Uncategorized Tag