Beranda > Tak Berkategori > Prosodi Edisi 2011

Prosodi Edisi 2011

A. Edisi Januari

1. Learning Strategy Uses Among the Students of Different Cognitive Styles and Proficiency

~ Syafi’ul Anam

Abstrak: Artikel ini mengkaji strategi belajar membaca bahasa Inggris yang digunakan mahasiswa dengan tingkat profisiensi dan gaya kognitif yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beragam strategi belajar digunakan subjek, dengan strategi kompensasi dan metakognitif sebagai strategi yang paling sering dipakai. Subjek yang profisien dan kurang profisien memiliki perbedaan dalam penggunaan strategi memori, kompensasi, kognitif, dan metakognitif. Sebaliknya, tidak ada perbedaan startegi belajar antara mahasiswa bergaya kognitif ektenik dan sinoptik.

Kata kunci: strategi belajar, gaya kognitif, profisiensi.

2. Word Choice, Tone, and Point of View in Thomas Hardy’s “The Convergence of the Twain”

~ Suryo Tri Saksono

Abstract: Titanic was the most famous ocean liner in its time. It became more famous when it sank in April 1912. It inspires many authors to write literary works. One of them is Thomas Hardy who wrote “The Convergence of the Twain.” It portrays a tragedy of human pride in the sinking of the ship. Through analysis of word choice, tone, and point of view, some lessons are found: man can build and develop modern and sophisticated technology, but he will not be able to control his fate. The force of fate owned by the Almighty God is above everything.

Key words: word choice, tone, point of view, tragedy, fate, destiny.

3. Rush Hour in “Disillusionment of Ten O’clock”

~ Henriono Nugroho

Abstrak: Stilistika adalah analisis linguistik pada teks karya sastra. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji karya sastra melalui analisis stilistika yang berdasarkan ilmu bahasa sistemik fungsional dan sistem semiotik karya sastra. Pembahasan menggunakan riset pustaka, data kualitatif, studi dokumenter, metode deskriptif dan pendekatan intrinsic-obyektif. Pembahasan menunjukkan bahwa analisis semantik menghasilkan makna bahasa latar belakang (the automatized meaning) dan makna bahasa latar depan (the foregrounded meaning). Selanjutnya makna latar belakang menghasilkan masalah utama (subject matter) dan makna bahasa latar depan menghasilkan makna sastra (literary meaning). Selanjutnya makna sastra menghasilkan tema (theme). Akhirnya diketahui bahwa masalah utama berkisah tentang tak ada yang aneh, dan makna sastra tentang pekerjaan sibuk pada jam 10, serta tema tentang jam sibuk.

Kata kunci: makna bahasa latar belakang, makna bahasa latar depan, masalah utama, makna sastra dan tema.

4. Textual Competence As One Of Translator Competences

~ Sriyono

Abstrak: Kemampuan seorang penerjemah tidak hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan bahasa sumber dan bahasa sasaran, namun juga kemampuan lain seperti kemampuan memahami budaya bahasa sumber dan bahasa sasaran. Selain itu, kemampuan lain yang perlu dikuasai oleh seorang penerjemah adalah kemampuan textual. Kemampuan textual tidak bisa hanya dipahami oleh seorang penerjemah sebagai kemampuan memahami teks, namun juga memahami teks yang mempuanyi unsur unity. Kemampuan memgidentifikasi dan memahami unity suatu teks akan membatu penerjemah untuk mengalihkan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran secara komprehensif.

Kata kunci: Penerjemahan, Penerjemah, kompetensi penerjemah, tekstual kompetensi.

5. Keterkaitan Bahasa dan Logika Dalam Berpikir Kritis

~ Warsiman

Abstract: The purpose of this study is to analyze relation between language and logic in thinking critically by some stages. Some of them are: explanation about language performance which is started by reception and perception continued with the expression of mind, memory and language memory. Then input stage, storing stage, and output stage. The next explanation are logic as think science, logical barrier, basic principles on logic, thinking critically as an ability requires to get knowledge. Knowledge is getting through scientific method. Scientific method is the way of how mind works. Trough that way production of knowledge hopefully has particular characteristics which demanded by scientific knowledge that are logical and tested. In order to reach the aims, scientific method should combines deductive ways in thinking to develop the knowledge.

Key words: bahasa, logika, berfikir.

6. Perempuan dalam Perspektif Politik, Hukum, dan HAM (Kajian terhadap Novel-novel Indonesia Mutakhir karya Wanita Pengarang)

~ Sulaiman

Abstract: Literature, among society, cannot be separated from the society itself. Literature lives because there is a society, a writer or an author who creates the work. In addition, literature lives from the soul of the society, meaning that the society is the object of its story. In this case, Faruk (1999: vi) clarifies that talking about literary work actually cannot be separated from society. It means that the presence of literary work is as reflection of the existence of society. It also can become the conscience of the authors by looking at the reality around them, whether from self-experience or the result of telescopic research about the attitudes of the surrounding society.

Key Word: Female (Perempuan), Eksistence (Eksistensi), Law (Hukum), Politics (Politik), Gender (Jender)

B. Edisi Juli

1. The Analysis of Stylistic Devices in the Advertisement at For Women of the World Magazine

~ Moch. Maskuri

Abstrak: Dalam artikel ini, penulis menganalisis piranti stilistika dengan menggunakan stilistika, discourse, pragmatik dan pragmastilistika. Teori ini digunakan untuk menginterpretasi bahasa iklan yang sederhana dan pendek. Dalam hasil analisis, ditemukan bahwa bahasa iklan dalam majalah For Women of the world menggunakan kalimat yang simple. Katakata dalam kalimatnya mengimplikasikan makna konotatif. Kalimatnya menggunakan bahasa kiasan. Penggunaan aspek stilistika digunakan untuk membujuk perhatian pembaca terhadap produk yang diiklankan. Pada akhirnya ditemukan bahwa open meaning berdeda dengan itended meaning. Pemerolehan intended meaning dilakukan melalui interpretasi kalimat dengan menggunakan beberapa langkah.

Kata kunci: stylistic devices, advertisement, intended meaning

2. Saat-saat Kritis Bahasa Cia-Cia

~ Iqbal Nurul Azhar

Abstract: Cia-Cia language is one of endangered local languages. Its status as a local language along with the bad condition of its speakers put this language in a highly risk of extinction. The latest policy issued by Bau-Bau’s government to teach Hangeul writing system to Cia-cia people have worsen Cia-Cia’s condition. Not only the policy is so controversial, but also can speed up the extinction process of Cia-cia language. This papers aims to expose how danger it is to let the Bau-Bau’s government continue the policy. Once the policy launched, we may count the Cia-Cia’s extinction time backward.

Keyword: Cia-cia, Hangeul, Letter

3. Jenis dan Makna Terjemahan (Ditinjau dari Kelebihan dan Kekurangannya)

~ Masduki

Abstract: Translation as a process of transferring messages involves two distinct languages, source language and target language. Translation also involves different conditions of socio-culture since texts in translation are in place of socio-culture context related to source language and target language. In this process of translating, translator relies on two things, meaning to be translated accurately and types of translation suited to the purposes of translation. Further, this article highlights the definition of translation types, advantages and disadvantages, and meanings of translation.

Keywords: types, meaning, translation, advantages, disadvantages

4. An Observation towards Some Phonological Rules and Processes in Madurese

~ Misnadin

Abstrak: Aturan fonologis merupakan fenomena alami yang biasa ditemukan di setiap bahasa dunia. Terdapat sejumlah aturan fonologis, di antaranya adalah insersi, asimilasi, pelesapan, pelemahan, penguatan, dan lain-lain. Dalam penerapannya, aturan-aturan tersebut harus diurutkan untuk menghasilkan output fonetis yang gramatikal, yaitu output yang sesuai dengan aturan fonologis bahasa bersangkutan. Artikel ini menyajikan sejumlah aturan fonologis yang berlaku dalam bahasa Madura.

Kata Kunci: phonological rule, rule ordering, underlying representation, surface representation, deletion, gemination, velarization

5. Turn Taking in Math Tutorial Session: a Conversation Analysis

~ Rosyida Ekawati

Abstrak: Percakapan selama kursus privat Matematika antara siswa dan guru adalah Analisis Wacana interaksi interpersonal. Banyak jenis interaksi interpersonal juga menggunakan organisasi bergiliran seperti halnya percakapan biasa. Analisis Percakapan mempelajari berbagai hal yang mendasari percakapan: bagaimana semua yang terlibat dalam percakapan bergantian bicara, bagaimana mereka berorientasi terhadap kedua ucapan lainnya, dan juga konteks sekitarnya. Bergiliran bicara yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam kursus privat Matematika umumnya dalam bentuk tanya jawab dengan menggunakan kata-kata tunggal atau frase-frase tunggal. Alokasi giliran bicaranya juga dapat dikenali dengan adanya jeda dan intonasi, serta adanya tumpang tindih berbicara yang terjadi selama percakapan.

Kata kunci: Interpersonal, Giliran, Analisis Percakapan, Analisis Wacana

6. A Product or Process Based Approach to Translation Class? A Glance on Translation Practice

~ Donald Jupply

Abstrak: Makalah ini berangkat dari sebuah refleksi mata kuliah praktik penerjemahan dalam dua semester di sebuah program pasca sarjana, tempat penulis mengambil studi lanjut. Di program tersebut, metode lawas pengajaran praktik penerjemahan masih mendominasi. Pengajar membagikan teks sumber dari pelbagai bidang kepada mahasiswa tanpa diawali pemberian penjelasan-penjelasan tentang penugasan penerjemahan, melainkan penuh dengan “jebakan-jebakan”. Metode pengajaran demikian dikenal sebagai metode berpendekatan produk yang cenderung membuat mahasiswa tidak berkembang. Karena keterbatasan ini, beberapa pakar penerjemahan seperti Gile and Kussmaul mengklaim bahwa pengajaran praktik penerjemahan dengan pendekatan proses lebih cocok mengingat esensi terjemahan berkualitas sejatinya tidak berada di hasil akhir terjemahan, melainkan pada proses terjadinya produk akhir. Namun demikian, penekanan semata-mata hanya pada proses tanpa melihat produk akhir sebagai manifestasi proses penerjemahan tidak juga memberikan manfaat yang siknifikan bagi mahasiswa. Dalam pada itu, makalah ini menawarkan pendekatan ekletik terhadap pengajaran praktik penerjemahan.

Kata kunci: product-based approach, process-based approach, translation training, translation practice course

Kategori:Tak Berkategori Tag