Beranda > Tak Berkategori > Prosodi Edisi Tahun 2012

Prosodi Edisi Tahun 2012

A. Edisi Januari

1. ANALYSIS OF CONFLICTS IN ORHAN PAMUK’S NOVEL “SNOW”

Muhammad Roda’i*

Abstrak: Konflik merupakan salah satu elemen penting yang membangun sebuah cerita. Keberadaan konflik selalu dapat memperkaya sebuah cerita. Dengan adanya konflik, cerita dapat dibangun dengan lebih kompleks, syarat isi dan penuh pesan. Pada bagian awal artikel ini akan membahas mengenai teori-teori yang membahas tentang konflik. Kemudian, bahasan akan mencakup konflik-konflik yang terdapat di novel karya Orhan Pamuk, Snow. Konflik yang ditemukan berupa konflik internal dan konflik eksternal.

Kata kunci: Konflik, teori konflik, konflik internal, konflik eksternal.

2. MODEL DAN PRINSIP-PRINSIP PENERJEMAHAN IDIOM DAN GAYA BAHASA DARI BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA

Rudi Hartono*

Abstract: Translating idioms and figurative languages is more difficult than translating ordinary expressions. Novel translators usually have problems in translating those aspects because they should reproduce in the target language (TL) the closest natural equivalence of the source language (ST) message, firstly in terms of meaning and secondly in terms of style accepted socio-culturally. Idioms and figurative languages are sometimes not translated into the acceptable ones in the target language. The readers are often confused on what they are reading because expressions are not understandable. The solution of those problems is to provide a model of translating idioms and figurative languages. The model that is designed here to produce high quality of translation product is Tripartite Cycle Model.

Key words: translation, novel, metaphors, similes, idiomatic expressions, ST (Source Language), TL (Target Language), Tripartite Cycle Model

3.  BLACK BRITISH IDENTITY IN KWAME KWEI ARMAH’S ELMINA’S KITCHEN

Yusri Fajar*

Abstrak: Identitas orang-orang keturunan Afrika yang telah menjadi warga negara Inggris menjadi isu menarik sejak mereka menetap dan membentuk masyarakat diaspora (imigran yang masih mempertahankan budaya mereka) di Inggris. Konstruksi identitas dipengaruhi oleh berbagai hal seperti keluarga, gender, ras, sejarah, bahasa, tingkah laku dan keterlibatan dalam kehidupan sosial. Drama kontemporer orang-orang keturunan Afrika di Inggris adalah karya penting yang merepresentasikan identitas orang-orang Afrika dan menjadi media untuk menyuarakan aspirasi dan pemikiran mereka dalam masyarakat Inggris yang didominasi oleh orang-orang kulit putih. Drama berjudul “Dapur Elmina” (Elmina’s Kitchen) karya Kwame Kwei Armah mengambarkan masyarakat keturunan Afrika dari Karibia di Inggris dan berbagai strategi mereka dalam beradaptasi dan bertahan hidup di Inggris. Sebagai kelompok minoritas, orang-orang keturunan Afrika ini bisa dikenali dari tradisi dan budaya mereka yang tercermin dari bahasa, bentuk kesenian, pakaian, kebiasaan, cara berpikir hingga tingkah laku. Lebih khusus lagi, identitas mereka bisa dilihat dari kebiasaan mereka melakukan kejahatan dan kekerasan. Artikel ini pertama akan menggambarkan masyarakat keturunan Afrika asal Karibia dan menghubungkannya dengan konstruksi identitas mereka secara umum. Kemudian, artikel ini akan menganalisis kontruksi identitas tokoh-tokoh keturunan Afrika di Inggris sebagaimana yang tercermin dalam drama “Dapur Elmina” (Elmina’s Kitchen)

Kata Kunci: Identitas Orang-Orang Keturunan Afrika, Masyarakat Karibia, Kejahatan dan Kekerasan

4. STAGING A STREETCAR NAMED DESIRE, UNDERSTANDING ITS ELEMENTS

Imron Wakhid Harits*

Abstrak: Drama seperti genre sastra yang lainya selalu identik dengan penggunaan bahasa kiasan dalam menyampaikan ekspresinya kepada pembaca. Khususnya drama, kalimat – kalimat dan kata – kata kias tersebut akan terefleksikan melalui dialog diantara para tokoh dalam cerita. Dari dialog yang dilakukan oleh para tokoh tersebut maka akan dapat dianalisis dan diobservasi elemen – elemen figuratif yang lain, semacam  karakterisasi, struktur cerita, seting atau latar, tone, dan juga tema. Sayangnya, bagi sebagian besar mahasiswa, memahami elemen – elemen figuratif tersebut merupakan persoalan yang sulit, apalagi jika drama tersebut adalah drama klasik, seperti drama A Streetcar Named Desire karya Tennessee Williams.  Dengan demikian salah satu solusi yang digunakan untuk membantu tingkat pemahaman para mahasiswa terhadap elemen – elemen figuratif ini adalah dengan cara memanggungkan atau menampilkannya dalam pentas drama di kelas. Makalah ini akan mengamati dan menganalisis strategi – strategi yang digunakan untuk memberikan tingkat pemahaman elemen – elemen figuratif dalam drama. Strategi – strategi yang digunakan tersebut terdiri dari beberapa tahap, yaitu: persiapan, diskusi, pengarahan, dan penampilan.Kemudian langkah selanjutnya, setelah penampilan, mahasiswa diberikan beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap elemen – elemen figuratif mahasiswa setelah mereka menampilkan secara langsung drama tersebut.

Kata kunci: A Streetcar Named Desire, Elemen – elemen figuratif

5. EMPOWERING THE JAVANESE VALUES AS PORTRAYED IN MARCO KARTODIKROMO’S STUDENT HIJO

Suci Suryani*

Abstrak: Luruh, trapsila, mardawa, dan lain-lain adalah nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh nenek moyang. Nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas budaya Jawa tersebut diabadikan di sebuah novel klasik berjudul Student Hijo karya Marco K. Sebuah karya yang tidak hanya mengambarkan tentang nilai-nilai Jawa dan penerapannya di tengah pengaruh kuat budaya asing, namun juga pengaruh diamalkannya nilai-nilai tersebut. Namun ironisnya karya ini tidak pernah diperhitungkan di jamannya. Maka sebagai upaya untuk memberi alternatif karya sastra Indonesia klasik yang telah sekian lama terlupakan, lewat tulisan ini, karya tersebut dihadirkan untuk diapresiasi. Untuk mengapresiasi novel tersebut, Cultural criticism dan Javanese values digunakan sebagai alat untuk mendapat gambaran tentang pemberdayaan nilai-nilai Jawa.

Kata kunci: Student Hijo, Empowering, Cultural Criticism, Javanese Values.

6. PEREMPUAN KUASA: CITRA PEREMPUAN DALAM CERPEN LAILA KARYA PUTU WIJAYA

Erika Citra Sari Hartanto*

Abstract: There are many male authors who take woman as the theme in their literary works. It is unavoidably that the image of women in those literary works either positive or negative. One of literary works which took woman as the theme and written by male author is a short story titled Laila by Putu Wijaya. It is interesting to find out how the image of women is described by the author by using feminism literary critic. Apparently, the description of woman is positive. For him, woman should get respect from man and have strong personality.

Key word: woman, man, femini


Kategori:Tak Berkategori Tag