Bawa Dua Gagasan Inovatif ke Thailand, Mahasiswa Sastra Inggris FISIB UTM Sabet Medali Emas dan Perunggu
Bangkalan, 12 Agustus 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) di tingkat internasional. Empat mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM, yakni Karina Azzalia Maharani, Raisa Aliya Biya, Fathul Riyanto, dan Amiril Achmed, berhasil meraih medali emas dan medali perunggu dalam ajang bergengsi The 10th International Essay Competition Futuristic and Prestige Research, Technology and Art yang dilaksanakan di Thailand pada 8–9 Agustus 2026. Kompetisi ini diikuti sekitar 250 peserta yang terbagi dalam 49 kelompok dan terselenggara atas kerja sama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Sentosa Foundation, serta sejumlah mitra Universitas di Thailand.
Dalam kompetisi tersebut, tim Sastra Inggris FISIB UTM mengirimkan dua paper pada bidang Education serta Social and Economic. Paper bidang Education berjudul “Rewiring Attention: SIBASA as a Multilingual Storytelling Intervention Against Brain Rot” menawarkan SIBASA, program multilingual storytelling melalui podcast, buku cerita, dan karakter visual dalam bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris untuk membantu meningkatkan perhatian, literasi, dan kemampuan bahasa Generasi Alpha sekaligus melestarikan budaya lokal. Sementara itu, paper bidang Social and Economic berjudul “StateCard: A Gamified Public Service Ecosystem for Citizen Engagement and Social Innovation” menawarkan platform digital terintegrasi berbasis gamification dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam layanan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan layanan darurat.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses persiapan yang dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu bulan di bawah bimbingan Darul Hikmah, S.S., M.Pd. Pembinaan dilakukan mulai dari pematangan ide, pengembangan substansi, penyusunan paper, penguatan argumentasi, hingga persiapan mengikuti kompetisi. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa mengembangkan gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan persoalan pendidikan, sosial, ekonomi, teknologi, dan pelayanan publik.
Koordinator Program Studi Sastra Inggris FISIB UTM, Dr. Diah Ikawati Ayuningtyas, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa dan dosen pembimbing. Ia menilai keberhasilan mengirimkan dua karya pada bidang yang berbeda sekaligus memperoleh medali menunjukkan bahwa mahasiswa Sastra Inggris mampu mengembangkan kompetensinya secara multidisipliner. “Prestasi ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa, literasi, analisis, dan penulisan yang dimiliki mahasiswa Sastra Inggris dapat diaplikasikan untuk merespons berbagai persoalan masyarakat dan menghasilkan gagasan yang kreatif serta solutif. Kami sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa dan pendampingan dosen pembimbing selama proses persiapan,” ungkapnya.
Capaian medali emas dan medali perunggu tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa FISIB UTM mampu bersaing di forum akademik internasional sekaligus membawa gagasan inovatif ke ruang yang lebih luas. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UTM lainnya untuk semakin aktif mengikuti kompetisi, penelitian, penulisan ilmiah, serta forum akademik nasional dan internasional. Melalui partisipasi dalam ajang internasional, mahasiswa diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademiknya, tetapi juga memperluas jejaring dan berkontribusi menghadirkan solusi untuk masa depan yang lebih baik.
