Logo ESP

English Study Program

Universitas Trunojoyo Madura
Logo

Menu Navigasi

Beranda › Berita Prodi › Prodi Sastra Inggris UTM Bekali Mahasiswa Keterampilan Menjadi MC Berbahasa Inggris
Event

Prodi Sastra Inggris UTM Bekali Mahasiswa Keterampilan Menjadi MC Berbahasa Inggris

12 Oktober 2026
Oleh: Administrator
Cover

Bangkalan — Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar bertajuk “Mastering the Art of Being an MC in English: Practical English MC for Formal & Non-Formal Events” pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Elena Force, S.S. (seorang pendidik bahasa Inggris, Master of Ceremonies (MC), sekaligus penyiar tersertifikasi), untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis memandu acara dalam bahasa Inggris.


Kegiatan yang dilaksanakan dalam kelas Public Speaking ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami peran MC, menyusun naskah acara, membangun komunikasi dengan audiens, serta menangani berbagai situasi yang mungkin terjadi selama acara berlangsung. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi alumni dalam memperkuat hubungan antara alumni dan Program Studi Sastra Inggris UTM.


Dalam pemaparannya, Elena menekankan bahwa tugas MC tidak terbatas pada membacakan naskah, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola suasana, menjaga alur acara, membangun kedekatan dengan audiens, dan merespons situasi secara tepat. Seorang MC juga perlu memahami kapan harus mengambil perhatian audiens dan kapan memberikan ruang kepada pembicara atau pihak lain yang menjadi pusat kegiatan, ujarnya elena


Materi berikutnya membahas karakteristik MC dalam acara formal, semi-formal, dan nonformal. Pada acara formal, MC dituntut mengikuti susunan acara dan protokol secara cermat serta menggunakan bahasa yang resmi. Sementara itu, acara semi-formal membutuhkan perpaduan antara profesionalisme dan pendekatan yang lebih hangat. Adapun acara nonformal memberikan ruang bagi MC untuk berkomunikasi secara lebih santai, fleksibel, dan interaktif sesuai dengan karakter audiens.


Selain memahami karakter acara, mahasiswa juga mempelajari aspek persiapan yang perlu diperhatikan sebelum bertugas sebagai MC. Persiapan tersebut meliputi pemahaman terhadap jenis dan tujuan acara, karakteristik audiens, susunan acara (rundown), serta data tokoh penting dan kebutuhan teknis. Ketepatan dalam melafalkan nama dan gelar, memahami protokol, serta berkoordinasi dengan panitia menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme pemanduan acara.
Pada sesi penyusunan naskah, peserta diperkenalkan pada struktur dasar naskah MC yang mencakup pembukaan, sapaan kepada audiens, pengenalan pembicara, transisi antarsesi (bridging), pengumuman, dan penutupan. Teknik transisi disesuaikan dengan karakter acara, mulai dari penyampaian apresiasi dan pengumuman agenda berikutnya dalam acara formal hingga penggunaan rangkuman, pengaitan topik, dan ajakan interaktif dalam acara yang lebih santai.


Peserta juga mendapatkan materi mengenai penanganan situasi tak terduga, seperti keterlambatan pembicara, kendala mikrofon atau layar, serta perubahan susunan acara. Dalam situasi tersebut, MC perlu menjaga ketenangan, berkoordinasi dengan panitia atau tim teknis, dan menyampaikan informasi kepada audiens secara jelas dan santun agar kegiatan tetap berjalan dengan baik.
Kegiatan ditutup dengan sesi praktik interaktif. Mahasiswa berlatih menyusun dan mempraktikkan kalimat pembuka (opening remarks) untuk acara formal, semi-formal, dan nonformal. Melalui praktik tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan materi yang diperoleh sekaligus mengembangkan kepercayaan diri dalam memandu acara berbahasa Inggris.

Can I help you ?