Menampilkan 8 dari hasil pencarian (Total Database: 66 MK Terfilter)
Mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk membaca, mengapresiasi, dan membedah (mengeksplikasi) puisi berbahasa Inggris secara kritis. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis keterkaitan antara bentuk fisik puisi (tipografi, ritme, bunyi) dengan makna filosofis yang ingin disampaikan oleh penyairnya.
Membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis tingkat lanjut dalam membedah karya naratif berbahasa Inggris (cerita pendek, novella, dan novel). Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis bagaimana elemen-elemen intrinsik cerita berinteraksi untuk membentuk makna, serta bagaimana karya prosa tersebut merefleksikan isu sosial, budaya, dan sejarah pada zamannya.
Mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menganalisis struktur hierarki dari sebuah frasa, klausa, dan kalimat. Mahasiswa diharapkan memahami hukum-hukum universal yang mengatur urutan kata (word order) dan mampu memodelkan struktur abstrak tersebut menggunakan pendekatan linguistik formal (umumnya menggunakan teori Generative Grammar dari Noam Chomsky).
Memperkenalkan mahasiswa pada berbagai paradigma, mazhab pemikiran, dan teori kritis yang digunakan untuk membaca karya sastra. Mahasiswa diharapkan mampu beranjak dari sekadar meringkas cerita (plot summary) menjadi penganalisis ideologi (ideological analysis) dengan menggunakan kerangka teori yang valid dan diakui secara akademik.
membekali mahasiswa dengan teknik, strategi, dan metodologi profesional dalam memindahkan pesan tertulis dari bahasa Inggris (Source Language) ke bahasa Indonesia (Target Language)—atau sebaliknya—tanpa kehilangan makna, gaya, dan jiwa dari teks aslinya. Mahasiswa diajarkan untuk tidak menerjemahkan kata demi kata (word-for-word), melainkan menerjemahkan makna secara utuh
Membekali mahasiswa dengan teknik penceritaan (storytelling), pelepasan imajinasi, dan penguasaan gaya bahasa untuk memproduksi karya sastra orisinal dalam bahasa Inggris. Mahasiswa diharapkan mampu menemukan "suara penulis" (writer's voice) mereka sendiri dan mampu memanipulasi emosi pembaca melalui tulisan.
Membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk membongkar dan menganalisis unit bahasa yang lebih besar dari sekadar kalimat (beyond the sentence). Mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana sebuah teks (lisan maupun tulis) dirangkai agar saling terhubung secara logis, serta bagaimana teks tersebut digunakan untuk menyetir opini, menunjukkan kekuasaan, atau membangun ideologi di tengah masyarakat.
Mengajarkan mahasiswa bagaimana mengaplikasikan ilmu linguistik (mulai dari fonetik, sintaksis, semantik, pragmatik, hingga sosiolinguistik) ke dalam ranah hukum dan investigasi kriminal. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis teks atau rekaman suara secara objektif dan ilmiah untuk membantu memecahkan sengketa hukum atau tindak kejahatan.