Menampilkan 8 dari hasil pencarian (Total Database: 66 MK Terfilter)
Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis sastra anak dan Young Adult (YA) secara kritis, memahami sejarah perkembangannya, serta menyadari bagaimana buku anak digunakan oleh orang dewasa untuk menanamkan moralitas, ideologi, dan konstruksi sosial kepada generasi berikutnya.
Membekali mahasiswa dengan kerangka teoretis dan metodologi untuk membandingkan dua karya sastra (atau lebih) yang berasal dari budaya, negara, bahasa, era, atau medium yang berbeda. Mahasiswa diharapkan mampu menemukan "benang merah" atau justru perbedaan ideologis yang mendasar dari karya-karya tersebut.
Membekali mahasiswa dengan metode sistematis untuk membandingkan dua bahasa (Bahasa Sumber / L1 dan Bahasa Sasaran / L2) demi menemukan persamaan dan perbedaannya. Mahasiswa diharapkan mampu memprediksi kesulitan belajar, menjelaskan penyebab kesalahan tata bahasa yang sering dilakukan oleh penutur Indonesia saat berbahasa Inggris, dan memahami fenomena "benturan bahasa" (Language Interference).
Membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis untuk mengevaluasi, mengkritisi, dan menyaring informasi dari wacana lisan (audio/video) berbahasa Inggris. Mahasiswa diharapkan tidak mudah termanipulasi oleh gaya bicara yang karismatik, mampu membedakan fakta dari opini, serta bisa mendeteksi kecacatan logika (logical fallacies) dari seorang pembicara secara real-time.
Melatih mahasiswa untuk bertransformasi dari pembaca pasif menjadi pembaca yang analitis, skeptis, dan evaluatif. Mahasiswa diharapkan mampu membongkar struktur argumen tertulis (baik itu esai akademik, artikel berita, maupun opini), menilai validitas bukti pendukungnya, serta mengenali bias ideologis dan manipulasi bahasa di dalamnya.
Mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana elemen-elemen teknis (visual dan audio) digabungkan oleh pembuat film untuk merangkai narasi, memanipulasi emosi penonton, dan menyampaikan pesan ideologis tertentu.
Membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang proses kognitif dan neurologis yang memungkinkan manusia untuk memperoleh (acquire), memproduksi (produce), dan memahami (comprehend) bahasa. Mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan fenomena kebahasaan dengan struktur otak dan kondisi psikologis penuturnya.
Membekali mahasiswa dengan prinsip, strategi, dan praktik komunikasi korporat. Mahasiswa diharapkan mampu merancang kampanye komunikasi yang efektif, membangun hubungan baik dengan media, dan bertindak sebagai "ujung tombak" serta pelindung citra sebuah organisasi/perusahaan dengan menggunakan bahasa Inggris profesional.