Menampilkan 8 dari hasil pencarian (Total Database: 66 MK Terfilter)
melatih mahasiswa untuk berhenti menjadi "pembaca biasa" dan berubah menjadi Kritikus Sastra Akademis. Mahasiswa diharapkan mampu mengevaluasi, menafsirkan, dan membongkar lapis demi lapis makna tersembunyi dari sebuah karya sastra (novel, puisi, drama, bahkan film) menggunakan kerangka teoretis yang ketat dan terstruktur.
Membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang bagaimana bunyi-bunyi bahasa dikategorikan, diorganisasikan, dan diatur oleh serangkaian hukum/aturan kognitif di dalam otak penuturnya. Mahasiswa diharapkan mampu merumuskan aturan abstrak di balik perubahan bunyi bahasa Inggris dalam berbagai konteks.
Mengkaji hubungan timbal balik antara bahasa dan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana faktor-faktor sosial (seperti kelas ekonomi, gender, usia, tingkat pendidikan, dan wilayah geografis) memengaruhi cara seseorang berbicara, serta bagaimana bahasa digunakan sebagai alat untuk menunjukkan identitas, kekuasaan, dan solidaritas.
Membekali mahasiswa dengan prinsip-prinsip filosofis, etis, dan praktis dalam melakukan penelitian akademik. Mahasiswa diharapkan mampu merancang sebuah penelitian yang logis, memilih instrumen pengumpulan data yang tepat, dan menulis proposal penelitian (Bab 1 hingga Bab 3) yang siap diajukan untuk Skripsi.
Mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis sistem makna dalam bahasa Inggris. Mahasiswa diharapkan mampu membedah relasi makna antar-kata, bagaimana kata-kata bergabung membentuk makna kalimat, dan membedakan makna literal (kamus) dengan makna di dunia nyata.
Mengkaji hubungan timbal balik antara bahasa dan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana faktor-faktor sosial (seperti kelas ekonomi, gender, usia, tingkat pendidikan, dan wilayah geografis) memengaruhi cara seseorang berbicara, serta bagaimana bahasa digunakan sebagai alat untuk menunjukkan identitas, kekuasaan, dan solidaritas.
Membekali mahasiswa dengan teori dan praktik Penerjemahan Audiovisual (AVT) dan lokalisasi media. Mahasiswa diharapkan mampu menerjemahkan produk multimedia (film, serial TV, dokumenter, video game, atau konten web) ke dalam bahasa sasaran dengan mematuhi standar teknis industri media global, tanpa mengorbankan esensi cerita.
Membekali mahasiswa dengan penguasaan struktur tata bahasa Inggris yang sangat kompleks dan berfokus pada penggunaannya dalam konteks akademis dan profesional. Mahasiswa diharapkan tidak lagi sekadar bisa menyusun kalimat yang "bebas dari grammar error", melainkan mampu memilih struktur tata bahasa yang paling elegan, presisi, dan memiliki dampak retoris terkuat.